Vokal pada pool /u/ dan pull /ʊ/ sama-sama diproduksi di bagian belakang mulut, tetapi bentuk bibir dan ketegangannya sangat berbeda. /u/ diucapkan tegang dan panjang; kamu harus memajukan bibir membentuk lingkaran kecil yang rapat, seperti sedang meniup lilin. Sebaliknya, /ʊ/ itu pendek dan relaks; bibir sedikit membuka tetapi tetap kendur, dan posisi lidah turun sedikit. Pembelajar bahasa Inggris sering kali menggunakan /u/ yang tegang untuk kedua bunyi tersebut—mengingat bahasa Indonesia hanya punya satu bunyi 'u' standar—sehingga tanpa sengaja mengucapkan pull menjadi pool dan look menjadi Luke.
Di mana kedua bunyi ini berbeda.
4 penyesuaian mulut kecil. Salah satu saja keliru, dan bunyinya tergelincir ke bunyi sebelahnya.
Sekarang giliranmu.
Rekam dirimu mengucapkan "Pool" dan "Pull" beberapa kali, lalu dengarkan lagi — untuk menangkap kontras ini, telingamu sendiri adalah feedback terbaik.
Kata yang berbeda hanya satu bunyi.
Setiap pasangan di bawah berbeda persis satu bunyi: ubah /u/ jadi /ʊ/, dan maknanya ikut berubah. Ketuk kata mana pun untuk uraian lengkapnya.
Kalau kamu tak bisa membedakannya saat mendengar, inilah sebabnya.
Banyak bahasa, seperti Spanyol, Prancis, dan Italia—termasuk bahasa Indonesia—hanya memiliki satu vokal di area atas-belakang mulut, dan biasanya bunyi tersebut sangat mirip dengan /u/ Amerika yang tegang. Ketika belajar bahasa Inggris, otak kita memetakan bunyi /ʊ/ relaks yang tidak kita kenal ini langsung ke bunyi /u/ tegang yang sudah kita kuasai. Ini meleburkan pasangan kata seperti pool dan pull, cooed dan could, atau Luke dan look sehingga terdengar sama. Ejaan membuatnya makin membingungkan. Kombinasi huruf 'oo' terkenal sangat tidak bisa ditebak: ia menjadi /u/ tegang pada kata food, dan /ʊ/ relaks pada good. Jangan sekadar mencoba mengucapkan /ʊ/ lebih cepat. Kamu harus merilekskan bibirmu dan membiarkan vokal tersebut terasa sedikit "malas".
Otot mulut dulu, baru telinga.
4 latihan singkat. Lakukan dengan suara keras: rasakan perubahannya di dalam mulut sebelum mencoba mendengarnya.
Lihat ke cermin. Saat mengucapkan food atau moon, bibirmu harus maju seperti saat sedang memberikan kecupan jauh. Saat mengucapkan good atau book, bibirmu harus tetap jauh lebih dekat ke wajah dan tidak terlalu monyong.
Ucapkan pool dan tahan posisi bibirmu. Bibir harus membentuk lingkaran rapat. Sekarang rilekskan bibirmu hingga sedikit membuka keluar, turunkan rahang sedikit saja, dan ucapkan pull. Ketegangan pada mulut seharusnya hilang.
Gunakan kalimat pasangan minimal untuk menguji ketegangan bibirmu: Luke took a look at the pool. Pastikan bibirmu secara fisik berubah bentuk antara /u/ yang tegang pada Luke/pool dan /ʊ/ yang relaks pada took/look.
Rekam suaramu saat mengucapkan shooed dan should. Jika keduanya terdengar identik, berarti /ʊ/ yang kamu ucapkan terlalu tegang. Sengaja buat pengucapan should terdengar lebih malas dan tidak terlalu bulat sampai kamu bisa mendengar perbedaan yang jelas.