Vokal pada seat /i/ dan sit /ɪ/ terdengar mirip tetapi terasa sangat berbeda di dalam mulut. Bunyi /i/ panjang dan tegang: bibir melebar, lidah didorong jauh ke atas dan ke depan, serta vokalnya ditahan dan dipanjangkan. Bunyi /ɪ/ lebih pendek dan posisinya sedikit lebih rendah; lidah turun, bibir santai, dan vokalnya diucapkan lebih cepat dan terpotong. Seperti halnya penutur bahasa Spanyol, Italia, Portugis, Jepang, Mandarin, dan Korea, penutur bahasa Indonesia sering kali menyamakan kedua bunyi ini. Membiasakan diri membedakan keduanya akan dengan cepat membuat bahasa Inggris Amerikamu lebih mudah dipahami.
Di mana kedua bunyi ini berbeda.
5 penyesuaian mulut kecil. Salah satu saja keliru, dan bunyinya tergelincir ke bunyi sebelahnya.
Sekarang giliranmu.
Rekam dirimu mengucapkan "Seat" dan "Sit" beberapa kali, lalu dengarkan lagi — untuk menangkap kontras ini, telingamu sendiri adalah feedback terbaik.
Kata yang berbeda hanya satu bunyi.
Setiap pasangan di bawah berbeda persis satu bunyi: ubah /i/ jadi /ɪ/, dan maknanya ikut berubah. Ketuk kata mana pun untuk uraian lengkapnya.
Kalau kamu tak bisa membedakannya saat mendengar, inilah sebabnya.
Sebagian besar bahasa di dunia—termasuk bahasa Indonesia—hanya memiliki satu jenis vokal /i/, dan biasanya versi yang panjang serta tegang. Penutur bahasa-bahasa ini cenderung menggunakan satu vokal tersebut untuk mengucapkan /i/ maupun /ɪ/ dalam bahasa Inggris, sehingga pasangan kata seperti sheep / ship, leave / live, dan beach / bitch melebur menjadi bunyi yang sama persis. Solusinya bukanlah dengan sekadar membaca /ɪ/ lebih pendek. Kamu harus secara fisik merilekskan lidah dan rahang sedikit ke bawah dan membiarkan vokalnya terasa agak "malas". Bunyi /ɪ/ Amerika memang seharusnya terasa santai. Jika bunyinya masih tegang, telinga orang Amerika tetap akan mendengarnya sebagai /i/, sependek apa pun kamu mengucapkannya.
Otot mulut dulu, baru telinga.
4 latihan singkat. Lakukan dengan suara keras: rasakan perubahannya di dalam mulut sebelum mencoba mendengarnya.
Ucapkan see dan tahan bunyinya. Sekarang, turunkan rahangmu sedikit agar lebih terbuka dan biarkan bibirmu lebih santai, itulah bunyi sih seperti pada sit. Vokal ini seharusnya terasa seperti turun satu tingkat, bukan sekadar menjadi lebih pendek.
Rekam suaramu: ucapkan sheep, ship, sheep, ship secara bergantian. Dengarkan kembali rekamannya. Jika keduanya terdengar sama, berarti bunyi /ɪ/ kamu masih terlalu tegang. Buat rahang dan lidahmu lebih santai lagi.
Baca kalimat yang mengandung pasangan minimal secara lantang: My feet don't fit, The sheep is on the ship. Buat bunyi /ɪ/ terdengar sangat santai secara berlebihan sampai kamu bisa mendengar perbedaannya dengan jelas, baru setelah itu kembalikan ke pengucapan normal.
Dengarkan penutur asli Amerika mengucapkan women, busy, England—kata-kata ini dibaca dengan vokal /ɪ/ meskipun ejaannya tidak terduga. Telingamu seharusnya bisa menangkap kesan santai dari vokal tersebut, tidak peduli bagaimana kata itu dieja.