Bagi penutur bahasa Spanyol, Jerman, atau Slavia, ini adalah kebingungan klasik: y /j/ dan j /dʒ/. Bunyi /j/ Amerika adalah sebuah luncuran (glide), lidah terangkat mendekati langit-langit mulut dan meluncur mulus ke vokal berikutnya. Yes, year, young. Bunyi /dʒ/ Amerika adalah sebuah afrikat, gabungan dari konsonan hambat yang keras dengan ujung lidah menekan lengkung alveolar (gusi atas) lalu dilepaskan menjadi geseran /ʒ/. Jet, job, jump. Bentuk mulut untuk keduanya sama sekali berbeda: /j/ tidak memiliki hambatan maupun sentuhan; /dʒ/ memiliki keduanya. Banyak penutur asli bahasa Spanyol yang terbiasa dengan bunyi /ʝ/ yang letaknya berada di antara kedua bunyi tersebut, sehingga mereka pada akhirnya mengucapkan yes sebagai jess atau jet sebagai yet.
Di mana kedua bunyi ini berbeda.
5 penyesuaian mulut kecil. Salah satu saja keliru, dan bunyinya tergelincir ke bunyi sebelahnya.
Sekarang giliranmu.
Rekam dirimu mengucapkan "Yet" dan "Jet" beberapa kali, lalu dengarkan lagi — untuk menangkap kontras ini, telingamu sendiri adalah feedback terbaik.
Kata yang berbeda hanya satu bunyi.
Setiap pasangan di bawah berbeda persis satu bunyi: ubah /j/ jadi /dʒ/, dan maknanya ikut berubah. Ketuk kata mana pun untuk uraian lengkapnya.
Kalau kamu tak bisa membedakannya saat mendengar, inilah sebabnya.
Ada dua faktor berbeda yang sering mengecoh pelajar. Bagi penutur Spanyol, masalahnya bersifat fonetis: bunyi Y atau LL dalam bahasa ibu mereka biasanya berupa frikatif /ʝ/ yang posisinya berada di tengah-tengah antara /j/ dan /dʒ/ Amerika. Hal ini menyebabkan yes diucapkan seperti jess, atau jet seperti yet. Dialek Spanyol Argentina bahkan menggunakan /ʃ/ atau /ʒ/ untuk huruf yang sama. Bagi penutur Polandia, Rusia, dan Jerman, kebingungannya bersifat ortografis (ejaan): dalam alfabet mereka, huruf J diucapkan sebagai luncuran /j/, sehingga saat membaca teks bahasa Inggris, otak melihat kata jet dan secara otomatis mengucapkan yet. Mereka tidak sedang mencari bunyi padanan, melainkan sekadar membaca huruf menggunakan aturan alfabet bahasa ibu mereka. Solusinya mutlak: untuk /j/, lidah TIDAK PERNAH menyentuh apa pun. Untuk /dʒ/, lidah SELALU menekan keras pada lengkung alveolar sebelum udara dilepaskan.
Otot mulut dulu, baru telinga.
4 latihan singkat. Lakukan dengan suara keras: rasakan perubahannya di dalam mulut sebelum mencoba mendengarnya.
Uji sentuhan lidah: ucapkan yes perlahan-lahan. Lidahmu harus meluncur ke atas menuju langit-langit mulut tanpa menyentuh apa pun. Sekarang ucapkan jess, lidahmu harus menekan kuat lengkung alveolar sebelum udara dilepaskan. Kedua gerakan ini sama sekali berbeda.
Latihan berpasangan dengan cepat: yes / Jess, yet / jet, year / jeer, yacht / jot, yam / jam. Bayangkan posisi lidahmu saat mengucapkan pasangan kata ini. Jika lidahmu menempel di langit-langit mulut saat mengucapkan yes, berarti kamu sebenarnya sedang mengucapkan Jess.
Untuk /dʒ/, berikan penekanan berlebih pada hambatan udaranya: bayangkan jet seperti kamu mengucapkan d-zhet (bunyi D cepat yang diikuti oleh /ʒ/). Hambatan keras antara lidah dan lengkung alveolar ini adalah bukti penanda bahwa kamu sudah mengucapkan /dʒ/ dengan benar. Tanpa hambatan awal tersebut, bunyinya akan meleset menjadi /j/ atau /ʒ/.
Perhatikan kata yang berada di posisi awal frasa: yesterday, you know, yeah, yes, year. Bunyi /j/ sangat sering muncul dalam percakapan santai sebagai luncuran. Pastikan tidak ada satu pun dari kata-kata ini yang tanpa sengaja berubah menjadi kata dengan bunyi /dʒ/ (kamu tentu tidak ingin mengucapkan jesterday).