Yang membedakan think /θ/ dari sink /s/ adalah letak pasti ujung lidahmu. Untuk /θ/, ujung lidah menempel ringan di antara gigi seri atas dan bawah sementara udara mengalir lembut di atasnya. Untuk /s/, ujung lidah ditarik ke belakang gigi, mengarah ke lengkung alveolar (gusi di belakang gigi atas) untuk menciptakan aliran udara berdesis yang tajam. Penutur bahasa Prancis, Jerman, dan Jepang sering mengganti /θ/ dengan /s/, mengubah think menjadi sink. (Bagi penutur bahasa Indonesia, bunyi ini juga sering terganti menjadi /s/ atau /t/—sehingga think terdengar seperti sink atau tink—karena kita tidak memiliki fonem /θ/).
Di mana kedua bunyi ini berbeda.
4 penyesuaian mulut kecil. Salah satu saja keliru, dan bunyinya tergelincir ke bunyi sebelahnya.
Sekarang giliranmu.
Rekam dirimu mengucapkan "Think" dan "Sink" beberapa kali, lalu dengarkan lagi — untuk menangkap kontras ini, telingamu sendiri adalah feedback terbaik.
Kata yang berbeda hanya satu bunyi.
Setiap pasangan di bawah berbeda persis satu bunyi: ubah /θ/ jadi /s/, dan maknanya ikut berubah. Ketuk kata mana pun untuk uraian lengkapnya.
Kalau kamu tak bisa membedakannya saat mendengar, inilah sebabnya.
Bunyi TH /θ/ yang lembut adalah bunyi yang langka di antara bahasa-bahasa di dunia. Jika bahasa ibumu tidak memilikinya—seperti halnya bahasa Indonesia, Prancis, Jerman, Jepang, dan banyak dialek bahasa Spanyol—otakmu secara otomatis mencari padanan akustik terdekat yang sudah dikuasainya. Bagi banyak orang, padanan tersebut adalah /s/. Hasilnya: think diucapkan menjadi sink dan mouth menjadi mouse. /s/ adalah bunyi desis dengan tekanan udara tinggi, sedangkan /θ/ adalah bunyi lembut dengan tekanan rendah. Untuk memperbaikinya, kamu harus memajukan lidahmu lebih ke depan dari yang biasanya terasa wajar, dan membiarkannya menyentuh ujung gigi seri untuk memecah desis tajam dari /s/.
Otot mulut dulu, baru telinga.
3 latihan singkat. Lakukan dengan suara keras: rasakan perubahannya di dalam mulut sebelum mencoba mendengarnya.
Gunakan cermin. Ucapkan think dan perhatikan mulutmu. Kamu seharusnya bisa melihat ujung lidahmu sedikit menyembul di antara gigi. Jika lidahmu tidak terlihat, kemungkinan besar kamu sedang menghasilkan bunyi /s/.
Tes jari: Letakkan jari telunjuk tegak lurus di depan bibir (seperti isyarat "sst"). Ucapkan math. Ujung lidahmu seharusnya menyentuh pelan jarimu pada bunyi TH. Sekarang ucapkan mass. Lidahmu harus tetap aman berada di belakang gigi.
Baca pasangan minimal dengan lantang, dan perhatikan tekanan udaranya: thick / sick, thumb / sum, path / pass. Bunyi /s/ harus terdengar tajam dan keras, sementara /θ/ harus terdengar lebih lembut dan berembus.