Cara mengucapkan Think /θ/ vs This /ð/ dalam bahasa Inggris Amerika

/θ/
th
think · three · bath · thin
vs
/ð/
dh
this · the · that · then
Mulai dari sini

Think /θ/ dan this /ð/ dibentuk dengan cara yang persis sama, ujung lidah menempel ringan di antara atau tepat di belakang gigi depan atas dan bawah, dengan udara mengalir lembut di sekitarnya. Hanya ada satu perbedaan: penyuaraan. /θ/ tak bersuara (hanya aliran udara, tanpa getaran). /ð/ bersuara (pita suara bergetar penuh di tenggorokan). Itu saja. Bentuk mulut, posisi lidah, dan pola aliran udara sama persis. Satu-satunya pembeda adalah apakah pita suaramu berdengung. Penutur bahasa Prancis, Jerman, Rusia, dan Jepang—serta bahasa Indonesia—sering memakai /s/ dan /z/ (atau /t/ dan /d/ seperti pada kata dis dan tink) sebagai pengganti karena bahasa mereka tidak memiliki kedua bunyi TH ini. Solusinya tergantung pada kebiasaanmu: jika kamu condong ke S atau Z, majukan ujung lidahmu sampai menyentuh gigi. Jika kamu sering memakai T atau D, posisi lidahmu mungkin sudah benar di area gigi, jadi kurangi tekanannya dan biarkan udara mengalir terus tanpa dihambat.

Perbandingan per poin

Di mana kedua bunyi ini berbeda.

5 penyesuaian mulut kecil. Salah satu saja keliru, dan bunyinya tergelincir ke bunyi sebelahnya.

/θ/ Think
Posisi mulut untuk /θ/ dalam think
/ð/ This
Aspek
/θ/ Think
/ð/ This
Posisi lidah
Ujung lidah menempel ringan di antara atau tepat di belakang gigi depan atas dan bawah.
Ujung lidah menempel ringan di antara atau tepat di belakang gigi depan atas dan bawah, identik dengan /θ/.
Aliran udara
Aliran udara yang lembut, lebar, dan terus-menerus di sekitar ujung lidah. Tidak ada turbulensi.
Aliran udara yang lembut, lebar, dan terus-menerus di sekitar ujung lidah. Tidak ada turbulensi.
Penyuaraan
Tak bersuara, pita suara diam. Hanya udara. Sentuh tenggorokan: tidak ada getaran.
Bersuara, pita suara bergetar terus-menerus. Sentuh tenggorokan: ada getaran yang jelas.
Di mana bunyi ini ditemukan
Sebagian besar pada kata isi (content words): think, three, math, breath, both. Sering muncul di awal kata.
Sebagian besar pada kata fungsi: the, this, that, they, them, those. Pada kata isi, sering ditemukan di antara dua vokal (antarvokal): mother, either, brother.
Coba ucapkan
think, three, math, path, breath
this, those, then, breathe, mother

Sekarang giliranmu.

Rekam dirimu mengucapkan "Think" dan "This" beberapa kali, lalu dengarkan lagi — untuk menangkap kontras ini, telingamu sendiri adalah feedback terbaik.

Mulai kapan pun kamu siap
Ketuk mik untuk mulai
Lihat pratinjau analisis aksenmu

Dapatkan analisis aksenmu dan skor 5 aspek.

Ketepatan bunyi
75%
Kejelasan
68%
Tekanan
78%
Intonasi
65%
Kelancaran
62%

Skor keseluruhan

AI coach mendengarkan rekamanmu, menilai pengucapanmu pada 5 aspek, dan menunjukkan apa yang harus diperbaiki berikutnya.

72% Aksen masih terasa
Lihat laporan lengkap di app
Pasangan minimal

Kata yang berbeda hanya satu bunyi.

Setiap pasangan di bawah berbeda persis satu bunyi: ubah /θ/ jadi /ð/, dan maknanya ikut berubah. Ketuk kata mana pun untuk uraian lengkapnya.

/θ/ Think
/ð/ This
Kenapa sering tertukar

Kalau kamu tak bisa membedakannya saat mendengar, inilah sebabnya.

Kedua bunyi ini membingungkan bukan karena sulit dibedakan satu sama lain (perbedaan penyuaraannya sangat kentara jika kamu menempelkan jari di tenggorokan), melainkan karena sebagian besar bahasa tidak memiliki keduanya. Banyak bahasa tidak punya bunyi TH sama sekali, sehingga pembelajar umumnya menggantinya dengan /s/, /z/, /t/, /d/, /f/, atau /v/. Hasilnya: think berubah menjadi sink, tink, atau fink; this menjadi dis, zis, atau vis. Bahasa Spanyol adalah pengecualian parsial, hampir semua dialek Spanyol menggunakan bunyi [ð] lembut saat antarvokal (seperti 'd' pada nada), tetapi penutur bahasa Spanyol tetap kesulitan memproduksi TH di awal kata atau membuat bunyi /θ/ pada ragam bahasa di Amerika Latin. Kebingungan antara membedakan /θ/ dan /ð/ itu sendiri sebenarnya cukup langka. Begitu seorang pembelajar mampu menghasilkan salah satunya, beralih ke bunyi pasangannya hanyalah soal memutar sakelar penyuaraan pada pita suara. Bagian tersulitnya adalah berhasil membentuk TH itu sendiri: memajukan lidah hingga menyentuh gigi, dengan rileks yang cukup agar udara bisa mengalir lembut.

Cara berlatih

Otot mulut dulu, baru telinga.

4 latihan singkat. Lakukan dengan suara keras: rasakan perubahannya di dalam mulut sebelum mencoba mendengarnya.

Latihan sakelar penyuaraan: ucapkan thigh /θaɪ/, tak bersuara. Sekarang ucapkan thy /ðaɪ/, bersuara. Tempelkan ujung jarimu di tenggorokan dan ucapkan bergantian. Thigh, thy, thigh, thy. Kamu akan merasakan getaran pita suara nyala dan mati. Bentuk mulut tetap identik, hanya pita suara yang berubah.

Cek cermin: ucapkan this. Ujung lidah harus sedikit terlihat mengintip di antara gigimu. Jika kamu tidak bisa melihat lidahmu sama sekali, berarti kamu menariknya ke belakang gigi dan sedang menghasilkan bunyi /z/ atau /d/, bukan /ð/.

Latih pasangan kata yang hanya dibedakan dari penyuaraan: thigh / thy, ether / either, teeth / teethe, loath / loathe. Mulutmu tidak bergerak saat bertransisi di antara keduanya, hanya sakelar penyuaraan yang berubah.

Perhatikan pola kata fungsinya: kata-kata berawalan /ð/ (the, this, that, they, them, those, there, then, though) hampir seluruhnya merupakan kata-kata grammar. Sebaliknya, kata yang berawalan /θ/ (think, three, thanks, throw, throat, thirsty) hampir semuanya adalah kata isi. Pola bawaan ini sangat berguna saat kamu tidak yakin.

Pertanyaan umum

Pertanyaan yang sering muncul soal Think vs This.

Apakah /θ/ dan /ð/ benar-benar bunyi yang berbeda, atau ini hanya soal ejaan?
Keduanya jelas merupakan bunyi yang berbeda. Satu-satunya letak perbedaan hanyalah penyuaraan, tetapi perbedaan itu menentukan makna. Thigh /θaɪ/ dan thy /ðaɪ/ adalah dua kata yang berbeda. Ether /ˈiθər/ dan either /ˈiðər/ juga berbeda makna (walaupun either bisa juga dilafalkan /ˈaɪðər/). Ejaan tidak terlalu membantu di sini karena kedua bunyi tersebut ditulis dengan 'th'. Kamu harus menghafal kata mana yang menggunakan bunyi apa, atau memahami pola kata fungsi vs kata isi.
Mengapa sebagian besar kata fungsi seperti "the" memakai /ð/ yang bersuara?
Ini murni kebetulan sejarah dari proses evolusi bahasa Inggris. Pada masa bahasa Inggris Kuno, TH di awal kata selalu tak bersuara. Namun, pada era bahasa Inggris Pertengahan, kata fungsi yang tak bertekanan seperti the, this, that mulai melebur dengan kata-kata di sekitarnya dalam ucapan bersambung. Karena tak diberi tekanan dan sering diapit vokal, bunyi awal TH pada kata-kata tersebut berubah menjadi bersuara. Sebaliknya, kata isi yang bertekanan seperti think, three, math tetap mempertahankan TH tak bersuara. Pola ini terfosilisasi dalam bahasa Inggris modern: kata fungsi cenderung bersuara, sedangkan kata isi cenderung tak bersuara, dengan sedikit sekali pengecualian.
Apakah wajar menggunakan bunyi /d/ sebagai pengganti /ð/ dalam percakapan kasual?
Di beberapa dialek Amerika, ya. Mengucapkan dis untuk this atau dat untuk that adalah pilihan gaya bahasa dan ciri regional (umum dalam beberapa pola bicara New York dan Afrika-Amerika). Namun, bagi sebagian besar pembelajar, terbiasa menggunakan /d/ secara otomatis untuk menggantikan /ð/ di semua kata justru tidak terdengar seperti aksen Amerika—suaranya akan terdengar seperti perpaduan antara bahasa Inggris beraksen Prancis dan Karibia. Lebih baik pelajari dulu bunyi TH yang lembut, baru kemudian kamu bisa memilih untuk tidak memakainya secara situasional jika ingin terdengar lebih kasual di konteks-konteks tertentu.

Kuasai Think vs This dengan AI coach.

SayWaader adalah AI pelatih pengucapan untuk bahasa Inggris Amerika. Latihan 5 menit sehari, dapatkan skor aksen 5 aspek, dan bicara seolah kamu pernah tinggal di sana.