Tempelkan ujung lidahmu perlahan di tepi bawah gigi depan atas, lalu hembuskan udara lewat celahnya. Desisan itu adalah TH pertama, yang muncul dalam kata think. Sekarang, pertahankan posisi tersebut tetapi nyalakan suaramu, sehingga celah tadi berdengung, bukan lagi mendesis. Itulah TH kedua, yang dipakai dalam kata this. Dua bunyi berbeda yang ditulis dengan dua huruf yang sama. Masalahnya, sangat sedikit bahasa selain bahasa Inggris yang mengharuskan lidahmu membentuk salah satu dari bunyi ini, apalagi bahasa Indonesia.
Saat dihadapkan pada bunyi yang asing, mulut akan melakukan hal yang paling natural: mencari bunyi terdekat yang sudah ia kuasai. Think akhirnya terdengar seperti sink, fink, atau tink. Kata this berubah menjadi dis atau zis (penutur Indonesia paling sering mengubahnya jadi t dan d). Bunyi pengganti mana yang kamu pilih justru menjadi penanda paling jelas dari mana kamu berasal. Seorang ahli fonetik bahkan sering kali bisa menebak bahasa ibumu hanya dari caramu melafalkan TH, sebelum kamu selesai bicara sekalipun.
Kabar baiknya sebetulnya sederhana. Bunyi TH itu tidak sulit dibuat. Bunyi ini hanya terasa asing bagi otot mulutmu. Kamu tidak butuh tenaga ekstra atau teknik ketukan pernapasan khusus. Lidahmu hanya perlu belajar maju beberapa milimeter dari posisi nyamannya selama ini.
TH terdiri dari dua bunyi dalam satu ejaan: /θ/ yang tak bersuara dalam think, math, three, dan /ð/ yang bersuara dalam this, mother, breathe. Posisi mulut untuk keduanya identik. Satu-satunya pembeda adalah apakah pita suaramu bergetar atau tidak—konsep yang sama seperti perbedaan bunyi /s/ dan /z/. Bunyi ini bukan susah, melainkan asing. Karena jarang dipakai dalam bahasa lain, kebanyakan pembelajar menggantinya dengan bunyi terdekat yang sudah ada (/s/, /f/, /t/, /d/, atau /z/). Memperbaikinya murni hanya soal membiasakan lidah pada posisi yang selama ini dihindarinya, dan cermin adalah guru terbaik untuk itu.
Seperti apa sebenarnya dua bunyi TH ini
Kedua bunyi TH diproduksi dengan cara yang persis sama. Ujung lidah menempel di tepi bawah gigi depan atas, atau sedikit mengintip di antara deretan gigi atas dan bawah. Udara lalu mengalir keluar melewati atas lidah melalui celah sempit tersebut. Ahli fonetik menyebutnya dental fricative: dental karena berpusat di gigi, dan frikatif karena melibatkan gesekan udara yang memaksa keluar.
Kedua bunyi ini hanya punya satu perbedaan. Untuk /θ/, yakni TH tanpa suara dalam think, pita suaramu terbuka rileks dan kamu murni hanya mendengar desisan udara. Sementara untuk /ð/, yakni TH bersuara dalam this, pita suara ikut bergetar dan desisan tadi pun menebal menjadi dengungan. Coba tempelkan dua jari di tenggorokanmu dan ucapkan bergantian: think, this, think, this. Dengungan yang kamu rasakan pada kata this itulah voicing (penyuarakan), dan itulah inti pembedanya.
Pola pasangan bunyi semacam ini sebenarnya sudah kamu kuasai. Bunyi /s/ dan /z/ berbagi posisi mulut yang sama persis, bedanya hanya pada getaran pita suara. Begitu juga /f/ dan /v/ (meski bahasa Indonesia asli tak punya v murni, lidahmu bisa merasakannya), serta /t/ dan /d/. TH yang bersuara dan tak bersuara hanyalah salah satu dari sekian banyak pasangan bunyi ini, yang secara khusus menempati posisi gigi. Jika kamu sudah bisa membedakan antara Sue dan zoo, kamu sudah memegang satu-satunya syarat mutlak untuk memisahkan kedua bunyi TH ini.
Beberapa kata dalam bahasa Inggris hadir berpasangan antara bentuk bersuara dan tak bersuara dengan ejaan yang nyaris identik. Menyandingkan mereka adalah cara terjernih untuk menguji telingamu:
| Tanpa suara /θ/ | Bersuara /ð/ | Perubahan |
|---|---|---|
| breath (kata benda) | breathe (kata kerja) | versi kata kerja berdengung, dan vokalnya ikut bergeser (eh → ee) |
| bath (kata benda) | bathe (kata kerja) | versi kata kerja menambahkan dengungan dan mengubah bunyi vokalnya |
| mouth (kata benda) | mouth (kata kerja, komat-kamit) | ejaannya tetap sama, tapi TH-nya berdengung saat berubah jadi kata kerja |
| cloth (kata benda) | clothe (kata kerja) | versi kata kerja membuat TH-nya bersuara |
Satu ejaan, dua bunyi: yang mana dan kapan
Ejaan sama sekali tidak memberimu petunjuk apakah sebuah TH itu berdengung atau mendesis. Kata thigh dan thy berima dengan sempurna dan sama-sama diawali huruf TH, tapi yang satu mendesis tajam dan yang satunya berdengung berat. Namun kemunculannya tidak sepenuhnya acak. Ada beberapa pola konsisten yang bisa mencakup hampir semua kosakata yang akan sering kamu temui.
Kata-kata tata bahasa (grammar words) yang berawalan TH pasti bersuara (/ð/). Kata-kata struktural pendek yang berfungsi menunjuk dan menyambung kalimat (the, this, that, these, those, they, them, their, there, then, than, though) semuanya berdengung. Ini adalah pola dengan hasil paling besar yang wajib kamu pelajari, karena kata-kata ini membanjiri struktur bahasa Inggris di tiap kalimat. Berlatihlah menggunakan TH bersuara untuk the dan they, lalu rasakan bagaimana ribuan bunyi TH lainnya otomatis membaik tiap harinya.
Kata-kata isi (content words) yang berawalan TH biasanya tak bersuara (/θ/). Mayoritas kata benda, kata kerja, dan kata sifat yang berawalan TH akan mendesis rileks tanpa getaran: think, thing, three, thank, thin, thick, thought, through, thumb, Thursday.
TH di akhir kata, dengan ejaan -th, umumnya tak bersuara (/θ/): bath, math, both, mouth (sebagai kata benda), teeth, path. Namun, jika kata tersebut berakhiran huruf -e yang senyap ejaannya (-the), bunyinya otomatis berdengung: breathe, bathe, clothe. Ada satu perkecualian menjebak yang wajib dihafal: kata smooth berakhiran ejaan -th telanjang, tapi pelafalannya tetap berdengung.
TH di tengah kata memiliki pola yang agak acak. Kata-kata yang sering dipakai sehari-hari, sebagian besar bermuara pada akar bahasa Jermanik kuno, menggunakan TH bersuara: mother, brother, weather, other, rather, together, either. Sementara itu, kata-kata yang diserap dari rumpun bahasa Yunani atau Latin selalu menancapkan TH tanpa suara (author, method, sympathy). Pola tak bersuara ini juga berlaku pada susunan kata yang dibentuk dari akar tak bersuara: nothing dan something (dari dasar thing), healthy (dari health), birthday (dari birth).
| Posisi | Status Suara | Contoh |
|---|---|---|
| Kata tata bahasa (awalan) | bersuara /ð/ | the, this, that, they, them, there, then, than, those, these, though |
| Kata isi (awalan) | tak bersuara /θ/ | think, three, thank, thing, thin, thick, thought, thumb, Thursday |
| Akhiran, ejaan -th | tak bersuara /θ/ | bath, math, both, mouth, teeth, path, month, fourth, truth |
| Akhiran, ejaan -the | bersuara /ð/ | breathe, bathe, clothe, soothe (dan smooth sebagai pengecualian ejaan -th) |
| Di tengah, kata Jermanik kuno | bersuara /ð/ | mother, father, brother, weather, other, together, rather |
| Di tengah, serapan / turunan akar /θ/ | tak bersuara /θ/ | author, method, sympathy (serapan); nothing, healthy, birthday (turunan dari thing / health / birth) |
Beberapa kata memang sengaja dilafalkan berbeda tergantung siapa yang bicara. Kata with bisa diucapkan /wɪθ/ (tanpa suara) oleh sebagian penutur Amerika Serikat, dan /wɪð/ (bersuara) oleh yang lainnya. Keduanya sah-sah saja dipakai. Jangan buang waktu pusing memikirkan segelintir kata yang statusnya abu-abu. Pegang erat-erat panduan di atas, dan ia akan menuntun pelafalanmu dengan jitu di hampir semua kasus.
Cara menghasilkan bunyi ini
Karena bahasa Indonesia tidak punya frikatif dental, ikuti langkah berikut untuk membangun TH dari nol:
- Temukan titik kontaknya. Letakkan ujung lidahmu menempel ringan di tepi bawah gigi depan atas. Bukan ditarik ke dalam di gusi atas, tapi tepat di ujung giginya. Kamu bisa membiarkan sedikit ujung lidah muncul mengintip dari selipan deretan gigi atas dan bawah. Keterlihatan inilah letak seninya: TH adalah satu dari sangat sedikit bunyi bahasa Inggris yang pembuatannya bisa kamu pastikan secara kasatmata.
- Hembuskan, jangan dorong. Biarkan tekstur lidah tetap empuk merileks, lalu biarkan udara mengalir lewat atasnya di celah gigi. Telingamu akan menangkap desisan yang stabil, tidak sekeras atau setajam bunyi /s/. Itulah bunyi /θ/ tanpa suara. Pertahankan hembusan itu selama dua detik agar otot mulutmu bisa mengingat letaknya.
- Tambahkan dengungan. Jangan geser posisi lidahmu, lalu nyalakan getaran di tenggorokan. Desisan tadi kini terasa menebal menjadi dengungan berat. Itulah bunyi /ð/ bersuara. Coba bertukar posisi mondar-mandir, dari /θ/ ke /ð/, tanpa sedetik pun memindahkan posisi lidah—permainan ini murni melibatkan tarikan pita suaramu.
- Sambungkan dengan vokal. Coba praktikkan thee, thaw, though untuk versi yang berdengung; lalu think, thin, thumb untuk versi yang mendesis. Awasi pantulan wajahmu. Ujung lidah harus kembali menempel di gigi pada tiap awalan TH.
- Rangkai menjadi kata, lalu frasa penuh. I think so. This one. Both of them.
Hanya ada tiga kebiasaan yang rutin merusak hasil akhir bunyi TH yang coba diproduksi lidah penutur asing. Kalau kamu menarik lidah mundur ke belakang gigi, hasil akhirnya adalah /s/ atau /t/: think menabrak menjadi sink atau tink. Kalau kamu mengandalkan bibir bawah menyentuh gigi tanpa menarik lidah ikut maju, yang keluar adalah /f/ atau /v/: think berubah wujud jadi fink. Dan jika kamu nekat menekan lidah kuat-kuat lalu menutup total jalurnya sejenak, frikatif udara ini berubah tegang menjadi tekanan dan keluar sebagai bunyi /d/: this anjlok menjadi dis. Cermin akan dengan mudah menangkap basah ketiga kesalahan di atas, sebab di setiap skenarionya, ujung lidahmu bersembunyi dari pandangan. Selama secuil lidah masih terlihat menempel pasrah di gigimu, kamu sukses menghasilkan TH asli Amerika.
Pengganti terdekat dari bahasa ibumu
Saat sebuah bunyi tidak ada dalam bahasa ibumu, mulutmu menggantinya dengan bunyi terdekat yang ia punya, dan ia melakukannya begitu konsisten sampai substitusi itu menjadi semacam tanda tangan. Ini bukan kekurangan—itu hanya tetangga terdekat yang disediakan bahasamu.
Bagi penutur bahasa Indonesia, /θ/ biasanya menjadi /t/ atau /s/ (think terdengar seperti “tink” atau “sink”), karena sejak kecil lidah kita menekan di belakang gigi atas saat membentuk t. Untuk /ð/, ia sering meleset jadi /d/ atau /z/ (this menjadi “dis” atau “zis”). Kalau kamu penasaran dari mana kebiasaan bahasa lain berasal, lihat titik awal masing-masing di bawah ini:
| Bahasa Ibumu | think /θ/ sering meleset jadi | this /ð/ sering meleset jadi | Apa yang perlu kamu sesuaikan |
|---|---|---|---|
| Indonesia | tink / sink (/t/ atau /s/) | dis / zis (/d/ atau /z/) | Lidahmu menekan keras persis di belakang gigi atas hingga tak ada sisa ruang. Dorong lidah sedikit maju sampai kamu menyentuh titik bawah gigi depan, dan renggangkan supaya udara bisa bocor menjadi desisan. |
| Mandarin | sink (/s/) | dis (/d/) | Lidah terjebak santai di area gusi belakang untuk /s/. Majukan ia ke jajaran gigi. |
| Kanton | free / fink (/f/) | dis (/d/) | Bibir ikut terangkat menutup gigi alih-alih mengandalkan laju lidah. Turunkan bibirmu; biarkan ujung lidah memimpin kontrol. |
| Jepang | sink (/s/) | zis (/z/) | Persis seperti di atas: majukan posisi lidah. |
| Korea | sink (sifatnya lumayan tegang pada /s/) | dis (/d/) | Kendurkan sedikit tenaga sentuhannya sehingga TH mendesis, dan jangan ubah bunyinya menjadi hentakan statis. |
| Prancis | sink (/s/) | zis (/z/) | Bunyi ini terasa tidak punya wujud bagi penutur bahasa Prancis; cobalah untuk melunakkan tekanan. |
| Jerman | sink (/s/) | dis / zis | Jerman sama sekali tidak menyimpan frikatif dental; harus dibangun murni mengandalkan cermin. |
| Spanyol (Amerika Latin) | tink / sink | dis (/d/) | Kamu sebenarnya sudah berlatih membentuk bunyi menyerupai ini dari huruf d yang lunak di dalam kata seperti lado dan nada. Angkat suaramu sedikit menjadi dengungan murni dan lekatkan pada this dan that. |
| Portugis Brasil | tink / fink | dis (/d/) | Biarkan ujung lidah maju dan pertahankan alirannya, jangan justru ditekan sekuat sisa tenagamu demi mengeluarkan t atau d. |
| Hindi, Tamil | tink (t dental tajam) | dis (d dental tumpul) | Letak t dan d milikmu sebenarnya sudah merapat ke gigi, itu modal yang teramat besar. Kamu hanya cukup mengendurkan sentuhannya sedikit agar anginnya punya jalur keluar. |
| Rusia | tink / sink | dis / zis | Digantikan oleh t atau s dan bahkan f yang mencurigakan. Tekan pelan sisi gigi dan mendesislah dari sana. |
| Thai, Vietnam | tink (/t/) | dis (/d/) | Kombinasi ejaan th yang sering kamu tulis sejatinya bersumber dari huruf t dengan letupan (aspirasi), bukan bunyi gigi mendesis ala Inggris. |
Beberapa bahasa ibu justru memberimu modal awal. Bahasa Arab punya kedua bunyi TH sebagai huruf utuh (ث untuk /θ/, ذ untuk /ð/), jadi kebanyakan penutur Arab sudah bisa mengucapkannya dan hanya perlu menjaganya agar tidak bergeser ke /s/ dan /z/ saat bicara Inggris dengan cepat. Bahasa Spanyol Kastilia (Eropa) memakai /θ/ secara alami (bunyi c dalam gracias dan cinco persis sama dengan TH tak bersuara), jadi penuturnya sudah menguasai separuh pasangan ini. Bahasa Yunani punya keduanya. Kalau bahasamu ada di daftar pendek ini, tugasmu hanya soal penempatan dan konsistensi, bukan membangun bunyinya dari nol.
Substitusi yang paling sering bikin salah paham
Ini bagian yang jujur, yang sering dilewati buku panduan: banyak substitusi TH sebenarnya tidak pernah menimbulkan salah paham yang berarti. Kalau kamu mengucapkan I sink so, tidak ada orang Amerika yang lalu membayangkan wastafel dapur; konteks yang bekerja, dan obrolan jalan terus. Mengganti /ð/ bersuara dengan bunyi d pada kata-kata fungsi, misalnya the jadi duh atau this jadi dis, juga hampir tidak pernah menghalangi makna, karena kata-kata itu sudah sangat mudah ditebak dari susunan tata bahasanya.
Artinya, kamu bisa memilih prioritas. Hanya sebagian kecil substitusi yang benar-benar bertabrakan dengan kata lain, dan itulah yang sebaiknya dibereskan lebih dulu:
| Yang kamu tuju | Yang akhirnya tertangkap |
|---|---|
| think (berpikir) | sink (wastafel / tenggelam) |
| thing (sesuatu) | sing (menyanyi) |
| three (tiga) | free (bebas) / tree (pohon) |
| thought (memikirkan / bayangan) | fought (bertempur) / taught (mengajarkan) |
| thin (kurus / tipis) | fin (sirip) / sin (dosa) |
| math (matematika) | mass (massa / upacara misa gereja) |
| path (jalan setapak) | pass (karcis bebas / melewati) |
| mouth (mulut) | mouse (tikus) |
Pada kata-kata inilah posisi lidah yang salah benar-benar mengubah kata, jadi /θ/ tanpa suara di kata-kata isi (content words) adalah tempat kejelasan bicaramu ditentukan. Tergelincir pada /ð/ bersuara di kata-kata fungsi jarang membuat orang salah paham, tetapi karena kata seperti the, this, dan they muncul di mana-mana, membereskan TH pada kata-kata itu adalah satu langkah yang paling besar pengaruhnya pada seberapa native suaramu terdengar—meski tidak banyak mengubah apakah kamu dimengerti atau tidak. Singkatnya: kalau kesabaranmu hanya cukup untuk satu hal, bereskan dulu /θ/ tanpa suara demi kejelasan. Tetapi kalau kamu mengejar kejelasan sekaligus tekstur suara native, kata-kata fungsi bersuara itulah yang dampaknya lebih besar. (Untuk pembahasan lebih panjang soal seberapa penting terdengar native, baca ‘Hilangkan Aksenmu’? Kamu Menanyakan Hal yang Salah.)
Latihan frasa
Bacalah tiap kalimat di bawah dengan suara lantang, dua kali. Setiap baris sengaja dipenuhi kedua bunyi TH sekaligus. Dalam panduan bacanya, th menandai bunyi mendesis (seperti pada think) dan dh menandai bunyi mendengung (seperti pada this); huruf kapital menandai suku kata yang mendapat penekanan. Karena lidah Indonesia cenderung melafalkannya rata, beri sedikit tekanan pada suku kata berkapital itu. Perhatikan cermin pada putaran pertama, lalu pasang telinga dan simak pada putaran kedua.
- I think this is the third one. I THINK DHiss iz dhuh THURD wun.
- They both have the same mother. DHay BOTH hav dhuh same MUDHer.
- Thanks for the other three. THANKS fer dhee UDHer THREE.
- Is this the path to the bathroom? Iz DHiss dhuh PATH tuh dhuh BATH-room?
- The weather's worse than they thought. Dhuh WEDHerz WURS dhuhn DHay THAWT.
- Both brothers think the same thing. BOTH BRUDHerz THINK dhuh SAME THING.
- Take a deep breath, then breathe out. Take uh DEEP BRETH, dhen BREEDH out.
- Thirty-three thousand. THUR-tee THREE THOU-zuhnd.
- There's nothing wrong with that. DHairz NUTH-ing RAWNG with DHAT.
- I'd rather do this together. Ide RADHer doo dhiss tuh-GEDHer.
Jangan buru-buru untuk deretan frasa breath/breathe di atas: breath berakhir desisan murni, tetapi kata kerjanya merambatkan getaran seutuhnya. Di fase transisi yang sama, vokalnya akan langsung meluncur dari eh (seperti demikian) berpindah menuju ee (titik).
Di mana kamu bisa mendengarnya dengan jelas
Kamu tidak perlu repot mencari TH dalam film dokumenter. Beberapa situasi sehari-hari memunculkan begitu banyak TH berurutan sehingga telingamu bisa langsung menguncinya:
- Orang yang sedang menyebut angka
Three, thirteen, thirty, thousand, fourth, fifth, sixth. Harga, tanggal, skor, nomor telepon, dan alamat penuh dengan /θ/ tanpa suara. Dengarkan komentator olahraga membacakan skor atau kasir menyebut total belanjaan, lalu hitung berapa bunyi TH yang muncul.
- Kata 'the'
The adalah kata yang paling sering muncul dalam bahasa Inggris, dan setiap kali ia membawa /ð/ yang bersuara, tanpa kecuali. Pembaca berita mengucapkannya ratusan kali dalam sejam, dengan jernih. Ambil satu kalimat dari siaran berita dan perhatikan bahwa the tidak pernah berubah jadi duh.
- 'Thank you' dan 'I think'
Dua frasa yang paling sering diucapkan dalam bahasa Inggris lisan ini sama-sama diawali /θ/ tanpa suara. Karena diucapkan sangat sering dan dengan santai, keduanya adalah contoh sempurna betapa ringan bunyi ini seharusnya. Penutur Amerika hampir tidak menekan gigi sama sekali.
- Hari dan tanggal
Thursday, the third, the thirtieth, this month. Setiap kali ada orang membuat janji dengan suara keras, bunyi TH menumpuk. Kalender, sebenarnya, adalah latihan TH yang menyamar.
- Arus kata-kata fungsi pendek
This, that, these, those, they, them, there, then. Percakapan biasa berjalan di atas kata-kata ini, dan setiap satunya berdengung. Begitu telingamu menangkap TH bersuara pada kata-kata kecil ini, kamu akan mulai mendengarnya di mana-mana.
Pilih salah satu situasi di atas, dengarkan selama enam puluh detik, lalu hitung berapa TH yang kamu tangkap. Kebanyakan pembelajar sampai di angka lima belas atau dua puluh tanpa susah payah. Setelah seminggu berlatih seperti ini, TH berhenti menjadi bunyi yang harus kamu ingat untuk dibuat, dan mulai menjadi bunyi yang sudah ditunggu-tunggu oleh telingamu.
FAQ
Posisi mulutnya sama persis untuk keduanya: ujung lidah menempel di tepi gigi depan atas dan udara mengalir lewat celahnya. Satu-satunya pembeda adalah suara. TH tak bersuara /θ/, seperti pada think dan math, hanya berupa desisan udara. TH bersuara /ð/, seperti pada this dan mother, menambahkan getaran pita suara sehingga desisan itu berubah menjadi dengungan. Ini getaran hidup-mati yang sama seperti yang membedakan /s/ dari /z/. Lihat perbandingan TH tak bersuara versus bersuara untuk mendengarnya berdampingan.
Frikatif dental jarang ditemukan di antara bahasa-bahasa dunia. Bunyi ini menuntut lidah menempel di antara atau pada gigi sambil membocorkan udara—posisi yang hampir tidak pernah dipakai bahasa lain, dan termasuk salah satu bunyi terakhir yang dikuasai anak-anak bahkan dalam bahasa Inggris. Bunyi ini juga lemah secara akustik dan mudah salah dengar, itulah sebabnya bahasa-bahasa yang dulu memilikinya cenderung meleburkannya ke tetangga yang lebih lantang dan stabil seperti /t/, /d/, /f/, atau /s/ selama berabad-abad (bahasa Jerman dan Belanda, misalnya, meleburkannya menjadi /d/). Akibatnya, pembelajar dari hampir semua bahasa ibu memang belum pernah membuat bunyi ini dan harus menambahkannya.
Kamu biasanya tetap dimengerti, karena konteks menutupi kekosongannya dan pendengar jarang mengira I think so sebagai I sink so. Memang ada beberapa substitusi yang bertabrakan dengan kata lain (think/sink, three/free, thought/fought), dan itu yang sebaiknya dibereskan demi kejelasan. Mengganti TH bersuara dengan d pada kata seperti the dan this jarang menimbulkan salah paham, tetapi justru itulah penanda aksen non-native yang paling kuat, karena kata-kata itu sangat sering muncul.
Pakai posisinya. Kata tata bahasa yang diawali TH itu bersuara (the, this, that, they, them, there). Kata isi yang diawali TH itu tak bersuara (think, three, thank, thing). TH di akhir kata dengan ejaan -th biasanya tak bersuara (bath, math, both), sedangkan yang dieja -the itu bersuara (breathe, bathe, soothe); satu pengecualian yang umum adalah smooth, yang berejaan -th polos tetapi tetap berdengung. TH di tengah kata-kata lama sehari-hari itu bersuara (mother, weather, other); pada serapan Yunani dan Latin ia tak bersuara (author, method, sympathy), begitu pula kata bentukan dari akar tak bersuara seperti nothing (dari thing).
Karena kamu mengangkat bibir bawah ke gigi depan atas—itu cara membuat /f/—bukan membawa lidah ke gigi. Kebiasaan ini umum pada penutur Kanton dan sebagian penutur Rusia, di mana three jadi free dan think jadi fink. Solusinya: jaga bibir tetap di bawah dan biarkan lidah yang memimpin. Lihat cermin: untuk TH yang benar, kamu harus melihat ujung lidah di gigi, bukan bibir.
Mengucapkan bunyi ini sendirian hanya butuh beberapa menit, begitu kamu menemukan posisi lidahnya lewat cermin. Mengucapkannya secara otomatis dalam bicara cepat, tanpa kembali ke substitusi lama, biasanya butuh beberapa minggu latihan harian. Bagian yang lambat bukan bunyinya, melainkan melatih ulang refleks, karena mulutmu sudah bertahun-tahun terbiasa menghindari posisi yang tidak pernah ia butuhkan.
Berdirilah di depan cermin dan ucapkan think, lalu this. Kalau kamu bisa melihat sedikit ujung lidahmu di gigi pada keduanya, kamu sebenarnya sudah bisa membuat bunyinya; sisanya hanya pengulangan sampai kamu tidak perlu lagi memikirkannya. Mulai dari /θ/ tanpa suara pada kata-kata yang kalau salah akan bertabrakan dengan kata lain, lalu bawa /ð/ bersuara ke the dan they, dan lihat betapa besar dampak satu langkah itu. Kamu akan menguasai posisi ini lebih cepat daripada kebanyakan bunyi bahasa Inggris lainnya, dengan alasan yang sangat sederhana: kamu bisa menyaksikan sendiri caramu membuatnya.